Diusir Orang Adalah Sesuatu Yang Teramat Melukai Hati

Sudah pernah diusir orang?

Bertamu kerumah sahabat dan kerabat, tapi tidak dibukakan pintu pagar?
Menelpon sahabat atau kerabat dan selalu dijawab :”Maaf, Jangan telepon lagi. saya sibuk sekali”
Atau datang bertamu kerumah kerabat, sahabat dan dijawab :” JANGAN PERNAH DATANG LAGI !!!”

Diusir Orang Adalah Sesuatu Yang Teramat Melukai Hati

Bagaimana RASANYA DI USIR ??

Pasti amat sangat menyakitkan dan melukai hati kita. Yang Pasti Sedih Banget Broo..Padahal kita hanya berkujung untuk silahturahmi, atau pun ketika kita sedang membutuhkan benar benar petolongan dan Kita di TOLAK bahkan di USIR.

Semuanya ini, sudah saya alami dalam perjalanan hidup saya

Tentu hati Kita akan sangat sedih sekali karena Kita bukan KRIMINAL dan tidak ada niatan buruk terhadap kerabat atau saudara atau teman kita.

Ketika kita sedang susah, tidak ada tempat untuk kita untuk bertamu kerumah kerabat atau saudara atau teman. Tidak ada nama kita di Hp orang dan jangan harap nama kita akan ada dalam daftar undangan pernikahan, Walaupun yang menikah itu adalah anak dari kerabat atau sahabat baik kita.

INILAH NAMANYA HIDUP.

Tidak selalu manis dan lemah lembut,Terkadang keras,menyakitkan dan tak kenal belas kasih,Tak kenal sahabat ,tak kenal persaudaraaan atau kerabat. Dalam dunia seperti inilah kita harus hidup dan kita harus lulus dalam ujian hidup.Yang jauh lebih sulit daripada meraih gelar sarjana di universitas. inilah yang dinamakan University of Life.

Segala sesuatu itu ada hikmahnya yang bisa dipetik. Termasuk hal hal terburuk yang pernah kita alami. Menjadi takaran atau barometer dalam diri, agar jangan sampai melakukan hal hal yang kita tidak ingin dilakukan orang lain pada diri kita.

Sudah ada ukuran ,yang menjadi pedoman dalam hidup kita,yakni,kalau kita merasa sakit sekali diusir orang,baik dengan cara halus, apalagi dengan cara kasar,maka Kita jangan pernah melakukan hal tersebut. Karena Siapakah yang di sebut Sesamamu ?.

Begitu mudah,namun ternyata cukup banyak orang yang tidak mampu menerapkannya dalam perjalanan hidup.